Tingkat Hunian Kamar Hotel Naik di November 2020

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada November 2020 kebanyakan 40,14 % atau naik 2,66 poin dibandingkan TPK Oktober bulan sebelumnya. Sementara, jika dibanding dengan TPK November 2019 mengalami penurunan sebanyak 18,44 poin atau sebesar 58,58 persen.

“Ini walaupun secara bulanan mengalami peningkatan dari bulan September yang lalu tapi sesungguhnya di dalam keadaan yang adanya wabah Covid di 2020 TPK November di 2020 ini masih lebih rendah jika kami bandingkan dengan TPK kami tahun 2019,” kata Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa BPS, Setianto di Kantornya, Jakarta, Senin (4/1/2021).

Dia merincikan, takaran TPK tertinggi di November 2020 tercatat di provinsi Lampung sebesar 59,14 persen, diikuti oleh Provinsi Gorontalo sebesar 58,80 % dan provinsi Kalimantan Tengah sebesar 58,21 persen. Sebaliknya takaran TPK terendah tercatat di provinsi Bali sebesar 9,32 persen.

Sementara berdasarkan klasifikasi Hotel TPK tertinggi bulan November 2020 tercatat pada hotel dengan klasifikasi bintang 3 dengan takaran sebesar 42,03 persen. Diikuti oleh hotel bintang 4 sebesar 41,91 persen. Sementara TPK terendah tercatat pada hotel dengan klasifikasi bintang 1 dengan takaran sebesar 29,03 persen.

Rata-rata Tamu Asing Menginap

Di samping itu, BPS Juga mencatat kebanyakan lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang di Indonesia mencapai 1,59 hari selama November 2020.

Angka itu mengalami penurunan jika dibandingkan posisi bulan serupa tahun pada mulanya sebesar 0,19 poin. Pun demikianlah juga turun 0,03 poin jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Oktober 2020.

Secara umum, kebanyakan lama menginap tamu asing November 2020 lebih tinggi dibandingkan dengan kebanyakan lama menginap tamu Indonesia, yakni tiap-tiap 2,59 hari dan 1,58 hari.

Jika dirinci menurut provinsi, kebanyakan lama menginap tamu yang terlama pada November 2020 tercatat di Provinsi Maluku yakni 3,06 hari, diikuti Provinsi Papua Sebesar 2,88 hari, dan provinsi Gorontalo sebesar 2, 33 hari.

Di segi lain kebanyakan lama menginap tamu yang terpendek terjadi di Provinsi Kalimantan Utara sebesar 1,27 hari, diikuti oleh Provinsi Bengkulu sebesar 1,301 hari, dan provinsi Jawa Tengah sebesar 1, 33 hari.

Untuk tamu asing, kebanyakan lama menginap paling lama tercatat di Provinsi Sulawesi Tengah sebesar 8, 31 hari tetapi terpendek terjadi di Provinsi Kalimantan Barat Sebesar 1,00 hari.

Sementara itu untuk tamu Indonesia kebanyakan lama menginap tamu di [hotel](https://www.liputan6.com/bisnis/read/4447443/wna-membludak-masuk-indonesia-bisnis-hotel-karantina-menggiurkan “”) terlama tercatat di Provinsi Maluku sebesar 3,06 hari. Sedangkan terpendek terjadi di Provinsi Kalimantan Utara sebesar 1,27 hari.