Tak Masuk Wilayah PSBB, Hotel dan Resto di Bantul Tetap Buka Seperti Biasa

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan berlaku Jawa-Bali pada 11-25 Januari mendatang termasuk menyasar DIY. Hal selanjutnya mendapat tanggapan dari Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia
Ketua PHRI Bantul, Nurman Asmuni menjelaskan bahwa pihaknya sepakat jikalau hotel dan restoran yang tersedia di Bumi Projotamansari senantiasa dibuka.

“Jika di Bantul sendiri senantiasa akan dibuka, layaknya biasanya. Jadi kan ketentuan dari pusat di Yogyakarta yang kena itu Kulonprogo, Gunungkidul dan Sleman,” sadar Nurman dihubungi wartawan, Kamis (7/1/2021).

Ia melanjutkan meski Bantul tak masuk didalam daftar Kabupaten yang terkena ketentuan PSBB secara mikro, pihaknya akan menanti ketentuan yang tengah dirapatkan di tingkat Pemda DIY, Kamis pagi ini.

“Kami sudah pasti akan menunggu, tetapi yang sadar kala ini Bantul tidak masuk dan kita senantiasa akan membuka layaknya biasa,” ujar dia.

Saat ini, lanjut Nurman, ketentuan untuk datang ke objek wisata di Bantul diserahkan kepada wisatawan atau biro perjalanan.

“Nah itu tinggal keberaniannya (biro perjalanan dan wisawatan) saja memberangkatkan. Karena untuk masuk ke Jogja termasuk tidak tersedia pelarangan cuma pembatasan mikro,” ujar dia.

Disinggung perihal wisatawan yang perlu membekali diri bersama dengan hasil rapid tes antigen, menurut Nurman hal itu cuma berlaku hingga 8 Januari 2020.

“Jika mereka perlu membawa rapid tes antigen, peraturannya kan hingga tanggal 8 Januari saja, setelah itu tidak berlaku. Nanti kita lihat kebijakan yang diputuskan hari ini,” sadar dia.

Nurman tak menolak jikalau rencana PSBB secara mikro di Jawa-Bali ini akan merubah penghasilan pengusaha hotel dan termasuk restoran yang tersedia di Bantul. Namun jumlah itu tidak separah kala libur Natal dan th. baru.

“Ketika libur Tahun Baru itu kan objek wisata ditutup. Imbasnya okupansi, tingkat hunian dan keramaian resto itu cuma 18-20 persen. Jadi turunnya kan nyaris 80 persen, itu sadar merugikan kami,” kata Nurman.

Jika lihat dari ketentuan dari pusat, kata Nurman, Bantul yang tidak masuk didalam daftar kabupaten PSBB mikro, tidak akan terdampak besar atas pembatasan itu.

“Kami tidak dapat memprediksi peningkatan atau penurunannya, dikarenakan parameternya memadai sulit. Tapi harapannya dapat lebih dari 20 persen,” ujar dia.

Lebih lanjut, Pemda DIY bersiap menerapkan PSBB sepanjang dua pekan sejak 11-25 Januari. Petunjuk Teknis (Juklak) dan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) selanjutnya masih didalam pembahasan di tingkat Pemda DIY.

Sekda DIY Baskara Aji menjelaskan instruksi dari presiden perihal pembatasan pergerakan selanjutnya akan sesuai bersama dengan keadaan tiap-tiap daerah.

Kriteria yang disampaikan pemerintah pusat akan dijadikan acuan kepala tempat untuk mengatur bersama dengan keadaan tiap-tiap daerah.

“Pembatasan pergerakan, termasuk regulasi didalam bentuk apa, besok (Kamis) kita hadirkan dari biro hukum supaya sesuai. Mengacu tempo hari di th. baru kita mengfungsikan [surat] instruksi,” kata Baskara Aji, Rabu (6/1/2021).