Siap-Siap, Hotel, Restoran hingga Kafe Bakal Dapat Diskon Pajak

Siap-Siap, Hotel, Restoran hingga Kafe Bakal Dapat Diskon Pajak

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah kini tengah mempersiapkan insentif pajak untuk beberapa sektor tambahan seperti hotel, restoran dan kafe (horeka) serta beberapa komoditas yang berorientasi ekspor.
FS88BET
Airlangga mengatakan, kebijakan The Fed selaku bank sentral Amerika Serikat (AS) yang mempertahankan suku bunga acuannya ikut memberi tambahan Indonesia ruang untuk bernafas.

“Jadi kegelisahan akan potensi capital outflow masih bisa kami jaga, namun kami menghendaki pasti kami akan cepat mengantisipasi dan saran bapak Presiden (Jokowi) adalah kami dorong kebijakan di sektor riil,” ujarnya didalam sesi teleconference, Jumat (19/3/2021).

Pemerintah beberapa sementara lalu disebutnya udah memberi tambahan sejumlah insentif pajak di sektor riil, seperti Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) di otomotif dan keringanan pajak properti.

Dia lalu terhubung wacana untuk melanjutkan kebijakan insentif pajak untuk sektor lain, keliru satunya didorong untuk sektor hotel, restoran dan cafe.

“Terutama untuk memberi tambahan mereka modal kerja yang diberikan grace periode didalam pembahasan dengan OJK. Dan kami tengah sikapkan ini. Mungkin kurang lebih 2 tahun, dan pemerintah akan berikan penjaminan di perbankan melalui Menteri Keuangan,” tutur Airlangga.

Sektor berikutnya yang ikut didorong untuk bisa nikmati keringanan pajak adalah untuk komoditas yang berorientasi ekspor.

Menurut Airlangga, beberapa komoditas yang menjadi andalan untuk bisa memperoleh insentif pajak ini pada lain minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO), batubara, nikel, copper, dan emas (gold).

“Kemudian terhitung yang manufaktur yakni makanan dan minuman, sesudah itu tekstil, clothing dan footwear, jewelry, otomotif, yang terkait dengan kesegaran alkes dan terhitung masker dan APBD. Kemudian terhitung kimia dan furniture,” ujarnya.

PPKM Mikro Diperpanjang sampai 5 April 2021, Bertambah 5 Provinsi

Pemerintah lagi memperpanjang PPKM Mikro jadi 23 Maret 2021 sampai dengan 5 April 2021. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Mikro ini dijalankan pada RT RW pada desa atau kelurahan di kabupaten kota yang ditetapkan oleh masing-masing gubernur.

Kemudian pada provinsi yang ditetapkan didalam instruksi Mendagri sebagai prioritas wilayah penerapan PPKM Mikro.

“Pelaksanaan PPKM Mikro diperpanjang 23 Maret sampai dengan 5 April 2021,” kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto didalam konferensi pers, di Jakarta, Jumat (19/3/2021).

Provinsi yang menerapkan PPKM mikro ini diperluas dengan menambah 5 provinsi yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Adapun parameter penetapan area atau provinsi kabupaten kota yang menerapkan PPKM mikro masih sama, yakni mencukupi keliru satu dari empat parameter.

Pertama, tingkat masalah aktif di atas biasanya nasional, ke-2 tingkat kesembuhan di bawah biasanya nasional, ketiga tingkat kematian di atas biasanya nasional, dan keempat tingkat keterisian tempat tinggal sakit untuk ICU dan ruang isolasi di atas 70 persen.

Kemudian zonasi risiko di tingkat RT dan skenario pengendalian masih serupa yakni terbagi ke didalam zona merah, orange, kuning dan hijau. Ini dengan mendasarkan pada kuantitas tempat tinggal di satu RT yang miliki masalah konfirmasi positif selama 7 hari terakhir.

Menko Airlangga menambahkan, kebijakan pembatasan kesibukan didalam rangka pelaksanaan PPKM mikro selalu serupa jika untuk kesibukan studi mengajar bisa dijalankan luring tatap muka.

Itu dijalankan untuk perguruan tinggi atau akademi dibuka secara bertahap, dengan proyek percontohan berbasis Perda dengan penerapan Protol kesehatan.

“Kemudian kesibukan seni budaya diizinkan dibuka maksimal 20 % dengan protokol kesehatan,” jelasnya.