Pengusaha Hotel dan Restoran Cemas saat Imlek, Semoga Tak Ada Pembatasan

Pengusaha Hotel dan Restoran Cemas saat Imlek, Semoga Tak Ada Pembatasan

Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Sutrisno Iwantono berharap banyak berasal dari perayaan Tahun Baru Imlek sebagai momentum meraup cuan bagi usaha hotel dan restoran. Sebab, setiap perayaan Imlek tetap diiringi bersama peningkatan okupansi hotel maupun kunjungan penduduk ke restoran bersama keluarga besar.
FS88BET
“Imlek memang memberikan harapan tersedia tambahan pendapatan. Imlek berdasarkan pengalaman lalu-lalu akan tersedia peningkatan demand penduduk ke hotel maupun restoran. Ini yang terlampau kita tunggu-tunggu,” terangnya di dalam konferensi pers virtual, Jumat (5/2/2021).

Kendari demikian, dia menilai harapan untuk meraup cuan di momentum imlek sanggup saja sirna sekejap akibat lagi diberlakukannya berbagai kebijakan pembatasan sosial. Menurutnya, mimpi tidak baik ini seperti halnya yang berlangsung pada kala perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah maupun kala acara pergantian Tahun Baru 2021 lalu.

“Kalau tiba-tiba tersedia PSBB atau pembatasan sosial lainnya ketat ya akan sirna lagi. Seperti lebaran dan tahun baru yang lalu,” terangnya.

Maka berasal dari itu, PHRI berharap pemerintah tak menyamaratakan peraturan perihal pembatasan sosial. Pasalnya, industri perhotelan dan restoran terlampau terdampak tidak baik berasal dari kebijakan PSBB.

“Jadi, kita mohon kala Imlek tersedia pengecualian kebijakan pembatasan sosial juga PSBB ini bagi usaha hotel dan restoran. Karena protokol kesegaran pun sudah dilaksanakan bersama baik,” pintanya.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas berharap supaya perayaan Tahun baru Imlek yang jatuh pada 12 Februari 2021 mendatang digelar bersama langkah yang sederhana. Hal ini mengingat pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia.

“Indonesia dan dunia mengalami pandemi Covid-19, saya kira umat Konghucu juga perlu mawas diri bahwa perayaan imlek sanggup dirayakan bersama langkah yang sederhana,” kata Yaqut di dalam konferensi pers usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, Kamis (4/2/2021).

Dia mengetahui bahwa tahun baru Imlek bagi umat Konghucu merupakan hari raya keagamaan yang perlu diperingati. Yaqut juga mengetahui banyak umat Konghucu yang sudah mempersiapkan perayaan tahun baru Imlek berasal dari jauh-jauh hari.

“Perayaan imlek adalah ungkapan syukur pada Tuhan. Biasanya tak hanya bagi-bagi angpao, tersedia barongsai sebagai ungkapan syukur kepada tuhan juga dilaksanakan saling silaturahmi,” ujar Yaqut.

Namun, pemerintah mengimbau supaya perayaan tahun baru imlek kali ini sanggup digelar secara virtual. Dia yakin langkah ini tidak akan kurangi arti berasal dari perayaan imlek.

“Saya kira silaturahmi sanggup digantikan bersama cara-cara yang saling merawat satu sama lain berasal dari pandemi Covid-19, andaikata bersama langkah virtual,” ucapnya.

Dia mengaku sudah berkomunikasi bersama tokoh-tokoh agama Konghucu dan Tionghoa supaya pelaksanaan Imlek 2021 di sanggup digelar secara simple lewat virtual. Yaqut berharap umat Konghucu menjadikan perayaan imlek sebagai momentum merefleksikan diri.

“Kita seluruh mengajak pada umat Konghucu yang akan merayakan ibadah imlek supaya berdoa supaya bangsa Indonesia dan umat manusia terbebas berasal dari pandemi Covid-19,” tutur Yaqut.