Mulai 15 Februari 2021, Wisatawan Harus Bayar Biaya Karantina Hotel di Inggris Senilai Rp33 Juta

Mulai 15 Februari 2021, Wisatawan Harus Bayar Biaya Karantina Hotel di Inggris Senilai Rp33 Juta

Kasus corona Covid-19 membawa dampak sejumlah negara membawa dampak kebijakan ketat bagi para wisatawan, keliru satunya Inggris. Mulai Senin, 15 Februari 2021, negara selanjutnya dapat membebankan cost sebesar 1.750 pound sterling atau senilai Rp33 juta kepada wisatawan yang menekuni karantina di hotel.
FS88BET
Hal selanjutnya diumumkan oleh Kesekretariatan Kesehatan Inggris, Matt Hancock. Aturan selanjutnya termasuk berlaku untuk warga Inggris dan Irlandia yang kembali berasal dari 33 negara daftar merah, dikutip berasal dari laman BBC, Rabu, 10 Februari 2021.

Mereka yang gagal dikarantina di hotel yang disetujui pemerintah selama 10 hari dapat dikenakan denda hingga 10 ribu pound sterling atau setara Rp193 juta.

Orang yang bepergian berasal dari negara daftar merah ke Wales dan Irlandia Utara dapat diminta untuk memesan dan membayar karantina di Inggris. Saat ini, tidak ada target yang miliki penerbangan internasional langsung.

Wisatawan yang tiba ke Inggris yang isikan keterangan palsu di dalam formulir mengenai kunjungan ke negara daftar merah dapat didenda sebesar 10 ribu pound sterling atau Rp193 juta hingga 10 th. penjara.

Saat ini, kuantitas kematian akibat Covid-19 di Inggris berjumlah 113.850 orang. Sementara, lebih berasal dari 12,6 juta warganya telah menerima vaksin pertama.

16 Hotel dan 4.600 Kamar

Hancock menjelaskan pas ini ada 16 hotel di Inggris telah dikontrak untuk program karantina dengan kuantitas kamar sebanyak 4.600. Wisatawan yang tiba di Inggris dapat menekuni dua tes yang diperlukan selama proses karantina.

Mereka dapat diminta untuk menekuni tes pada hari kedua dan delapan berasal dari era karantina 10 hari mereka, apakah mereka diisolasi di tempat tinggal atau di hotel. Tes, yang dikerjakan oleh NHS Test plus Trace, dapat menelan cost 210 pound steling atau Rp4 juta.

“Orang-orang yang melanggar ketentuan ini memasang kami seluruh di dalam risiko,” kata Hancock.

Maskapai penerbangan dan perusahaan perjalanan dapat diwajibkan secara hukum untuk memastikan para pelancong telah mendaftar untuk langkah-langkah baru sebelum mereka berangkat. Mereka dapat didenda kalau tak mematuhi ketentuan tersebut.