Industri Hotel Kehilangan Pendapatan Rp 50 Triliun Selama 2020 Karena Pandemi Covid-19

Industri Hotel Kehilangan Pendapatan Rp 50 Triliun Selama 2020 Karena Pandemi Covid-19

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani, mengatakan sektor hotel pada tahun lantas kehilangan potensial pendapatan berkisar Rp 50 triliun sebab pandemi Covid-19 dan kebijakan pembatasan berasal dari pemerintah. Pandemi Covid-19 dan pembatasan berikut membuat cash flow atau arus kas tambah tertekan.
BandarBolalive
“Kami perkirakan sepanjang 2020 itu, kita kehilangan potensial pendapatan paling sedikit setidaknya sekitar Rp 50 triliun rupiah untuk sekitar nyaris 800 ribuan kamar,” ungkap Hariyadi didalam konferensi pers virtual pada Senin (18/1/2021).

Kondisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali yang berlangsung selagi ini pun dinilai dapat tambah menekan arus kas sektor usaha di bermacam bidang terhitung hotel, restoran pusat perbelanjaan, dan ritel. Hingga pada akhirnya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tidak bisa dihindari.

“Agar tidak ada lay off bagaimana? ini sangat bergantung berasal dari cash flow, kecuali tertekan terus ya tidak bisa dihindari,” tuturnya.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) berikut terhitung mengatakan, sepanjang 11 bulan paling akhir udah berlangsung pengurangan tenaga kerja secara signifikan. Namu sebenarnya bukan PHK murni, sebab kecuali demikian maka entrepreneur wajib membayar duwit pesangon yang pada akhirnya memberatkan.

Pengurangan tenaga kerja yang sepanjang ini banyak dilaksanakan tidak benar satunya bersama dengan tidak memperpanjang kontrak karyawan. Apindo, katanya, memperkirakan sepanjang satu tahun pandemi Covid-19 barangkali dapat ada 30 persen pemberhentian tenaga kerja formal.

“Apindo memperkirakan sepanjang satu tahun, barangkali dapat ada 30 persen tenaga kerja resmi yang hilang, tidak kembali kembali sebab kondisi ini,” sambungnya.

Wakil Ketua Umum PHRI, Emil Arifin, mengimbuhkan sektor restoran terhitung tambah tertekan bersama dengan terdapatnya kebijakan PPKM ini. Menurutnya kecuali penerapan PPKM diperpanjang maka minimal kuantitas restoran yang tutup permanen dapat raih 1.600.

Berdasarkan survei per Oktober 2020, tunjukkan udah ada 1.030 restoran yang tutup permanen.

“Mereka bisa membuka kecuali ada tambahan modal kerja terhitung berasal dari perbankan. Tapi kecuali diperpanjang yang tutup permanen bisa sampai 1.600 restoran,” katanya.

Oleh sebab itu, PHRI melalui Apindo meminta pemerintah mengimbuhkan kelonggaran kepada mal, ritel, hotel, dan restoran yang udah menerapkan protokol kebugaran supaya selamanya beroperasi sampai pukul 21.00 dan kapasitas dine-in maksimal 50 persen.

Pemerintah menerapkan PPKM di Jawa dan Bali jadi 11 sampai 25 Januari 2021. Terdapat sembilan pembatasan aktivitas yang diatur, terhitung pusat membeli dan mall beroperasi sampai pukul 19.00 dan restoran dine-in 25 persen.