Hotel Indonesia Group Siap Jadi Tiga Besar Operator Hotel Indonesia

Hotel Indonesia Group Siap Jadi Tiga Besar Operator Hotel Indonesia

PT Hotel Indonesia Group (HIG) resmi meluncurkan logo baru terhadap 25 Maret 2021. Direktur Utama HIG Qodie Ibrahim mengatakan, logo baru Hotel Indonesia Group punya penampilan baru yang lebih segar, modern, profesional, sederhana, dan amat Indonesia.

Saat ini Hotel Indonesia telah mengelola 20 hotel, di antaranya adalah Inaya Putri Bali, Grand Inna Kuta, Grand Inna Padang, Grand Inna Malioboro, Grand Inna Tunjungan, Grand Inna Samudra Beach, Grand Inna Medan, Grand Inna Bali Beach, Inna Bali Beach Resort, Inna Bali Beach Garden.

Selain itu, Inna Tretes, Inna Parapat, Inna Sindhu Beach,Inna Bali Heritage, Grand Inna Daira Palembang, Inaya Bay Komodo, Inna Ombilin Heritage, Jatiluhur Valley Resort, Wanasekar, dan Saka Tanjung Enim.

Qodie Ibarahim mengatakan, obyek Hotel yang dikelola hingga akhir tahun ini yaitu 32 hotel yang dimiliki PT Hotel Indonesia Natour, PT Patra Jasa, PT Aero Wisata, dan hotel punya swasta.

Untuk obyek hotel yang dikelola terhadap 2025 adalah minimum 120 hotel. Hotel Indonesia Group bakal melaksanakan pengelolaan dan pengembangan seluruh hotel-hotel punya BUMN sebagai jaringan hotel Indonesia.

Dalam acara peluncuruan logo baru HIG, Deddy P Effendi selaku VP Corporate Communication & Business development menyampaikan, HIG mengusung standar internasional bersama tetap mengutamakan keunikan yang tersedia di tiap-tiap daerah di Indonesia.

Tidak hanya menyediakan akomodasi kamar sudi pun makanan dan minuman, melainkan termasuk tawarkan pengalaman yang mengesankan bagi tiap-tiap wisatawan.

Qodie Ibrahim mengatakan, HIG sanggup bersaing diketatnya di industri ini sebab tawarkan inovasi dan nilai malah pelayanan bersama perhatikan lima elemen mutlak yang khas Indonesia yaitu sight bersifat kain tenun Indonesia, sound bersifat musik tradisional Indonesia, taste bersifat makanan khas Indonesia bersama standar internasional, scent bersifat ramuan dan aromatic khas Indonesia, dan touch bersifat Indonesia hospitality.

“Selain itu, Hotel Indonesia Group punya strong market yaitu BUMN khususnyasegmen MICE (Meeting, Incentive, Conference plus Exhibition). Selain itu Hotel Indonesia Group punya 7 pilar siasat terlebih di mana salah satunya yaitu Integrated Tourism & Travel Ecosystem yang tidak dimiliki oleh operator lain,” tutur Qodie.

“BUMN sendiri punya jaringan infrasuktur yang saling perihal dan sanggup jadi nilai jual. Salah satunya adalah kerja mirip didalam perihal campaign dan promosi yang saling terintegrasi layaknya layanan transportasi dan kawasan wisata yang saling integrasi,” ia menambahkan.

Deddy P Effendi menambahkan, di pas keadaan yang tidak menentu terhadap pas pandemi ini, HIG tetap mengutamakan kenyamanan dan keamanan para tamu yang menginap bersama menegaskan tiap-tiap hotel dan karyawan menerapkan standar protokol kebugaran COVID-19 selama melayani para tamunya.

Sejalan bersama perihal berikut seluruh hotel yang tergabung di didalam HIG telah punya sertifikasi CHSE berasal dari Kementerian Pariwisata. Selain itu termasuk menegaskan seluruh karyawan telah menerima vaksinasinasi.